Plaza Blok M, Lantai 5, Jakarta Selatan(021) 7209373[email protected]10.00-20.00

Bekerja Sebagai TKI di Korea, Kenapa Tidak?

Post 13 of 211

Sumber: SuaraTKI.com

Jika berbicara tentang orang orang yang ingin bekerja ke luar negeri, kebanyakan dari kita akan berpikir mereka akan menjadi TKI di Arab Saudi, Singapore ataupun Malaysia. Pekerjaan yang mereka lakukan pun tidak jauh-jauh dari menjadi buruh seperti pembantu rumah tangga ataupun pekerja pabrik. Tentunya kita sering mendengar banyak TKI Indonesia memiliki nasib tak baik di negara-negara tersebut. Mulai dari pekerja asing yang dianggap ‘tidak sama’ dengan pekerja lokal sampai sadisnya kekerasan yang dilakukan majikan. Dan ketika hal itu terjadi, sayangnya pemerintah Indonesia tidak dapat berbuat banyak untuk melindungi para TKI karena kebanyakan dari mereka menempuh jalur gelap alias ilegal.

Jika kamu masih tertarik untuk bekerja sebagai TKI di luar negeri, Korea Selatan bisa menjadi pilihan yang bagus untukmu. Sejak Januari 2007 pemerintah Indonesia dan Korea Selatan melaksanakan MOU atau kesepakatan tentang tata cara dan mekanisme pemberangkatan dengan Employment Permit System yang ditangani oleh BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI) sedangkan dari pemerintah Korsel ditangani Nodongbu (Depnaker Korsel). Program ini disebut dengan G to G (Government to Government). Banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika kamu berangkat sabagai TKI dengan mengikuti program ini. Salah satunya adalah penanganan keberangkatan TKI lebih teratur serta lebih manusiawi.

Jika di negara-negara lain TKI Indonesia kadang ‘dihargai’ lebih murah dari tenaga kerja lainnya, maka cerita itu tidak akan berlaku di Korea. Pemerintah Korea yang sangat menyadari bahwa datangnya pekerja asing yang ingin mengadu nasib pun dengan bijak menetapkan bahwa gaji yang diberikan kepada pekerja asing dan asli Korea adalah sama. Hal ini juga untuk menghindari adanya pelaku bisnis Korea memilih mempekerjakan buruh atau tenaga asing ketimbang tenaga kerja asli korea sendiri.

Soal gaji, Pemerintah Korsel mengungkapkan mulai tahun 2018 upah minimum akan dinaikkan secara bertahap hingga 10.000 won, dimana di tahun 2018 sendiri upah minimum tersebut telah dinaikkan sebesar 16,4% menjadi 7.530 Won/jam. Jumlah itu akan terus meningkat ditahun-tahun berikutnya hingga nanti mencapai angka 10.000 Won/jam.

Mengutip pengalaman Effendi salah seorang TKI yang sudah bekerja kurang lebih lima tahun di Korea melalui wawancaranya bersama Humas BNP2TKI mengatakan, bahwa tinggal di Korea itu nyaman karena bersih dan teratur, lalu birokrasinya tertib, dan orang korea itu jujur-jujur, tidak pernah merugikan orang lain.

Salah satu syarat mengikuti program ini adalah harus memiliki sertifikat EPS-TOPIK. Jadi hal pertama yang harus dilakukan adalah belajar bahasa Korea. Chingu bisa berkonsultasi dengan kami mengenai program bahasa Korea yang cocok untuk Chingu. Silahkan mengunjungi Namsan Course, Plaza Blok M Lantai 5.

Info lengkap mengenai program G to G Korea bisa cek langsung di situs resmi BNP2TKI yaitu www.bnp2tki.go.id

Let’s learn Korean with fun

 

    , , , , , ,

    This article was written by namsan

    Menu
    Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
    Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.