Plaza Blok M, Lantai 5, Jakarta Selatan(021) 7209373[email protected]10.00-20.00

Jelajahi Pelosok Kota Gimhae, Korea Selatan

Post 51 of 152

Gimhae adalah kota yang dikenal kaya akan warisan sejarah kerajaan Gaya, di Korea Selatan. Kota ini memiliki banyak objek wisata sejarah yang begitu menarik untuk dikunjungi. Namun tidak hanya itu saja yang menjadi daya tarik kota ini. Kota yang terletak di Provinsi  Gyeongsangnam ini juga dikenal dengan festival-festivalnya yang meriah dan makanan khas yang lezat. Bagi chingudeul yang tertarik berkunjung ke daerah ini wajib menyimak beberapa hal berikut ini.

 

Festival di Gimhae

Buncheong Ceramics Festival of Gimhae

Buncheongsagi adalah jenis bahan keramik yang digunakan pada abad ke 15 dan 16 di Korea. Keramik khas Korea ini terkenal karena kesederhanaan dan keindahannya. Festival ini biasa diselenggarakan setiap bulan Oktober di kota Gimhae yang merupakan sumber penghasil keramik Korea. Disini pengunjung bisa mengikuti program membuat keramik dan bisa membeli barang-barang yang terbuat dari keramik dengan diskon 30% – 40%.

 

Gaya Culture Festival

Festival budaya Gaya ini merupakan festival utama di Gimhae yang selalu diadakan  pada tanggal 15 Maret tiap tahunnya, sebagai peringatan bagi raja Suro pendiri Garakguk. Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Gaya. Festival ini dibuka dengan Festival Chunhyangdaeje, dilanjutkan dengan parade Raja Suro, dan berbagai acara menarik lainnya.

 

Jinyeong Sweet Persimmon Festival

Jinyeong Sweet Persimmon Festival digelar setiap bulan November di lapangan olahraga Jinyeong di Gimhae untuk mempromosikan buah kesemek yang sangat popular didaerah ini. Jinyeong telah menjadi pusat produksi kesemek manis selama hampir 80 tahun. Acara utama pada festival ini adalah upacara merayakan hasil buah yang manis, pembagian sample buah, pameran buah kesemek dan berbagai program lainnya.

 

Makanan Khas Gimhae

Jinyeong galbi

Jinyeong galbi (iga panggang) yang telah lama menjadi spesialisasi daerah di ini. Jinyeong galbi dikenal dengan rasanya yang lezat, porsinya yang besar, harga yang terjangkau, dan daging yang empuk. Jalan sepanjang 700 meter di Jwagon-ri, Jinyeong-eup di Gimhae, yaitu daerah perbatasan antara Gimhae dan Changwon dipagari dengan sekitar sepuluh restoran galbi.

 

Gimhae Janggun tea

Benih teh Janggun dibawa oleh Raja Suro dan Ratu Heo dari India saat pernikahan mereka. Teh ini adalah teh tradisional pertama di Korea yang tumbuh di alam liar setelah dibawa oleh budaya Gaya kuno. The Janggun ini kaya akan katekin, yang merupakan komponen utama dari teh hijau, serta vitamin dan mineral.

 

Buram Eel

Kawasan Buram-dong di Gimhae terletak tepat di luar Jembatan Gimhaedaegyo, yang terletak di perbatasan antara Busan dan Gimhae. Dulu, ada sekitar 30 restoran yang menjual Eel (belut) di kedua sisi sungai, sehingga daerah ini disebut jalan Buram Eel. Buram eel memiliki rasa yang sederhana namun lezat. Kunci kelezatannya terletak pada saus, yang direbus selama lebih dari sepuluh jam, dan metode memanggang. Hidangan paling popular disini adalah belut panggang dan sup belut.

(cr: KTO Jakarta)

Siapa bilang ke Korea itu mahal? Butuh menabung bertahun-tahun? Ikutan Be Survival In Korea with Namsan Course, low cost tapi banyak banget manfaatnya! Dengan program Be Survival In Korea with Namsan Course, kami ingin mewujudkan mimpi Chingudeul yg sudah lama ingin ke Korea. Let’s join us!!!

Tertarik ikut program #BeSurvivalInKorea2015? Telusuri disini 🙂

This article was written by namsankoreancourse

Menu
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.