Plaza Blok M, Lantai 5, Jakarta Selatan(021) 7209373[email protected]10.00-20.00

Kuliner Ekstrim Khas Korea Selatan

Post 95 of 163

Korea Selatan hingga kini masih terus melakukan invasi budayanya ke berbagai negara di belahan dunia. Tak hanya idola K-Pop nya saja yang banyak disukai, tetapi juga aneka kulinernya yang beragam dan juga lezat. Galbi, Bibimbap, Kimchi, Ramyeon, Wah… semua makanan itu banyak yang ngefans dan disukai nyaris semua lidah Indonesia. Tetapi, mungkin Chingu belum tahu kalau ada alasan lain bahwa kuliner Korea ini begitu beken di dunia. Ya, tentu saja karena kuliner ekstrimnya.

Seandainya Chingu sedang tour ke Korea Selatan, Chingu akan bertemu dengan beberapa tantangan kuliner ekstrim yang mengundang adrenalin. Beberapa bahannya mungkin juga sudah banyak ditemui di dalam negri. Dan bukan sesuatu yang terlalu mengerikan kok. Tetapi, bagi sebagian besar warga negara asing asal Eropa atau Amerika, makanan-makanan ini benar-benar menantang adrenalin. Mulai dari bahannya yang terbuat dari Larva Ulat, daging ikan pari mentah, sampai tentakel gurita yang masih menggeliat, sangat ekstrim. Nah, kita lihat deh apakah Chingu berani juga mencicipi aneka makanan asal Korea ini?

Beongdegi

Beondegi Beongdegi

Beongdegi adalah salah satu kuliner ekstrim yang ternyata dijual nyaris setiap sudut taman di Korea. Orang Korea sudah biasa menemui makanan semacam ini dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh. Namun Chingu mungkin akan geli karena di Indonesia, bahannya biasa dipakai sebagai umpan memancing atau makanan burung.

Beongdegi ini adalah larva ulat sutra yang dikukus dan disajikan lengkap dengan jus protein di dalamnya. Rasanya mungkin tidak begitu special, dan bahkan seperti sedikit aneh. Tetapi ketika masuk di dalam mulut akan ada cairan di dalam bungkusnya yang meledak, Chingu akan tahu betapa menantangnya kuliner asal Korea yang satu ini.
Lebih uniknya lagi, ternyata Chingu tidak hanya bisa memperolehnya di pedagang kaki lima di area taman Korea. Tetapi, supermarket juga menjualnya sebagai makanan bebas.

Sannakji

sannakji

Sebenarnya kalau yang satu ini Chingu benar-benar ditantang untuk berani memakannya. Sannakji adalah menu sajian gurita. Tetapi jangan dibayangkan kalau ia sudah dibakar dan disajikan dengan sambal di atas piring. Gurita yang satu ini justru disajikan mentah-mentah dan masih menggeliat.
Meskipun masih bisa bergerak, sebenarnya gurita ini sudah mati kok. Hanya saja tentakelnya masih akan aktif dan terlihat menggeliat dalam beberapa waktu yang cukup lama. Saat didekatkan ke mulut, Chingu akan merasakan bagaimana tentakelnya berusaha menyedot bibir dan lidah Chingu, ekstrim bukan?

Nyaris benar-benar seperti sedang hidup dengan semua gerakan aktifnya di mulut Chingu. Uniknya makanan ini justru sampai sekarang tetap dilestarikan dan bisa ditemui di sebagian besar resto di Korea. Tapi tenang saja, umumnya yang disajikan adalah bayi gurita yang ukurannya kecil.

Ingin tahu lebih banyak seputar budaya unik di Korea Selatan, update terbaru berita dari artis-artis Korea, chart lagu Kpop terbaru, drama Korea yang sedang popular plus belajar bahasa Korea yang fun dan asyik?

Ikutan program kelas Regular bahasa Korea di Namsan Course aja, pendaftaran sedang dibuka loh, segera cek

Regular Class Namsan Course

Jokbal

Jokbal

Apabila telah dipotong dan disajikan di piring sih tampak seperti daging barbekyu biasa. Tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia tidak akan mau ditantang makan menu yang satu ini. Jadi, dia bukan menu yang halal khususnya bagi umat Muslim.
Akan tetapi, Jokbal ini adalah salah satu makanan yang begitu populer dan digandrungi di Korea. Biasa disajikan dibungkus dengan sangchu dan ditambah sedikit ssamjang dan bawang putih, umumnya warga Korea gemar menikmatinya dengan teman sedikit alkohol.
Jadi, seumpama jika Chingu pergi ke Korea dan melihat ada kaki babi dipajang di dekat talenan kayu. Maka Chingu tak perlu kaget. Sebab, apabila Chingu memesannya, ia akan disajikan dalam bentuk sudah diiris tipis dan siap makan.

 

Dalkbal

dalkbal

Sebagian besar orang di luar negri, untuk memasukkan makanan yang satu ini ke dalam mulut, butuh keberanian yang sangat besar.

Dalkbal berbahan utama kaki ayam, yang dipotong kukunya, dibersihkan kemudian dimasak dengan bumbu khusus. Disajikan dengan warna kecokelatan yang menggiurkan dan taburan wijen, ah orang Indonesia malah sulit untuk menolak menu yang satu ini.
Dalkbal dikenal sebagai makanan yang istimewa dan tidak selalu disajikan setiap hari. Umumnya ia hanya disajikan di momen-momen tertentu saja. Atau bisa ditemui di resto-resto mahal apabila Chingu memesannya.

Hongeo

hongeo

Menu yang satu ini menjadi makanan ekstrim tak hanya bagi turis yang datang ke Korea saja, namun juga mereka warga Korea. Hongeo adalah semacam sushi ikan pari yang disajikan mentah.
Bagian yang menantang, ikan ini mengeluarkan aroma ammonia yang sangat keras, sehingga Chingu sampai harus menutup hidung saat mengkonsumsinya. Banyak orang yang merasa mual saat memasukkan makanan ini ke mulut, tetapi soal rasa, wah pecinta sushi pasti menggemarinya.

 

(Cr: www.palingwoow.com/, http://inisajamostory.blogspot.com/)

Ayo kembangkan kemampuan Chingu dalam mempelajari bahasa dan budaya Korea di program kelas Regular Namsan Course. Hmm enak yah, gak cuma belajar bahasa Korea aja, tapi juga masak-masak dan makan-makan makanan Korea, apresiasi budaya Korea (Kpop dan Kdrama), tour ke Korea, dan masih banyak lagi. Lets join us!

Tertarik ikut program kelas Regular di Namsan Course? Telusuri disini 🙂

Regular Class Namsan Course

, , , ,

This article was written by namsankoreancourse

Menu
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.