Plaza Blok M, Lantai 5, Jakarta Selatan(021) 7209373[email protected]10.00-20.00

Wisata Sejarah di Jongneung, Makam Dari The Queen of Seondeok

Post 43 of 152

Jika Imogiri menawarkan destinasi wisata berupa Makam Imogiri yang merupakan makam Raja-Raja Kerajaan Mataram, maka di Korea Selatan Anda dapat menemukan Jongneung, sebuah situs bersejarah tempat dimakamkannya Ratu Sindeok, yang tidak laian merupakan istri kedua Raja Taejo, pendiri Dinasti Jeoseon. Sesuai dengan adat Goryeo, Raja Taejo memiliki dua istri, satu menikah di kampung halaman dan istri kedua menikah di ibukota.

Awalnya makam ini terletak di belakang kompleks Istana Deoksugung, namun akhirnya dipindahkan ke 116, Arirang-ro 19-gil, Seongbuk-gu, Seoul saat Raja Taejong naik tahta. Raja Taejong merupakan raja ketiga dari Dinasti Jeoseon.  Meski merupakan royal tomb of Queen Sindeok, Jongneung terlihat cukup sederhana. Uniknya, layout Jongneung ini berbeda dengan royal tombs lainnya. Pertama, makam tidak dapat dilihat langsung dari pintu masuk atau yang dikenal dengan sebutan Hongsalmun. Kedua, umumnya jalan antara royal tombs dan pintu gerbang membentuk garis lurus, tetapi tidak di Jongneung membentuk kurva tertentu yang tidak lain karena mengikuti kontur alam yang ada di sekitar kawasan makam.

 

Meski terkesan sederhana, Jongneung tetap memiliki beberapa artefak seni yang bernilai tinggi. Salah satunya adalah Jangmyeongdeung, sebuah lentera batu sederhana yang digunakan untuk “menjaga” makam. Lentera ini didesain dalam gaya lentera batu yang ada dalam makam Raja Gongmin, seorang raja ketiga dari Dinasti Goryeo. Artefak bernilai seni tinggi lainnya adalah Geumcheongyo yang terletak di pintu masuk. Selain menjadi lokasi wisata sejarah, Jongneung dapat menjadi alternatif untuk melakukan wisata alam karena lokasi makam yang dikelilingi dengan panorama indah dan hijaunya Seoul.

Untuk menikmati wisata sejarah di tempat ini akan dikenakan biaya sebesar 5.000 KRW. Makam Ratu Sindeok ditutup pada hari Senin dengan jam operasional dibuka mulai pukul 09.00 pagi dan ditutup mulai pukul 17.30. Jam tutup makam ini berbeda beda setiap seasonnya. Loket penjualan tiket masuk ditutup satu jam sebelum jam tutup makam dimulai. Bus eongneung 2(i)-dong 170 atau 171 akan mendekatkan Anda dengan salah satu situs bersejarah Korea yang satu ini.

(source: KTO Jakarta)

Info oleh: http://korea.panduanwisata.id/

Siapa bilang ke Korea itu mahal? Butuh menabung bertahun-tahun? Ikutan Be Survival In Korea with Namsan Course, low cost tapi banyak banget manfaatnya! Dengan program Be Survival In Korea with Namsan Course, kami ingin mewujudkan mimpi Chingudeul yg sudah lama ingin ke Korea. Let’s join us!!!

Tertarik ikut program #BeSurvivalInKorea2015? Telusuri disini 🙂

This article was written by namsankoreancourse

Menu
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.