Tahu nggak sih chingu? Bahasa Korea itu memiliki banyak kata yang terdengar sederhana, tetapi juga menyimpan makna emosional serta budaya yang sangat dalam. Beberapa di antaranya bahkan tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Inggris. Artinya bisa dijelaskan, tapi nuansa dan “rasanya” sering kali sulit dipahami jika kata tersebut hanya diterjemahkan.

Image Source: www.pixabay.com
Berikut ini adalah contoh lima kata Korea yang sering dianggap ‘English can’t relate‘.
1. 답답해 (Dapdap-hae)

Image Source: www.pixabay.com
Dapdap-hae dapat digambarkan sebagai perasaan sesak—baik secara fisik maupun emosional.
Kata ini digunakan ketika:
-
Ruangan terasa pengap.
-
Situasi terasa buntu dan tidak ada solusi.
-
Kamu mencoba menjelaskan sesuatu tetapi orang lain tidak memahami.
-
Ada perasaan tertekan yang sulit diluapkan.
Dalam bahasa Inggris, kata ini mungkin mendekati “frustrated,” “stuffy,” atau “suffocating.” Namun, tidak ada satu kata yang merangkum kombinasi rasa tertekan, tidak lega, dan ingin meluapkan emosi seperti dapdap-hae.
Contoh kalimatnya >> “왜 이렇게 말을 못 알아들어요? 답답해요.(wae ireohke mareul mot aradeureoyo? dabdabhaeyo) → Kenapa kamu tidak mengerti sama perkaataanku? Aku sangat frustasi.”
2. 과몰입 (Gwa-mo-ip)

Image Source: www.pixabay.com
Gwa-mo-ip berarti terlalu tenggelam atau over-immersed dalam sesuatu.
Biasanya dipakai ketika seseorang:
-
Terlalu emosional terhadap karakter drama.
-
Terlalu serius membahas cerita fiksi.
-
Terlalu fokus pada satu hal hingga mengabaikan realita.
Dalam bahasa Inggris ada istilah seperti “overinvested” atau “too immersed,” tetapi gwa-mo-ip sering digunakan dengan nada santai atau bercanda, terutama di media sosial dan komunitas fandom di Korea.
Contoh kalimatnya >> “드라마가 끝났는데도 계속 생각해서 과몰입해요.(deuramaga kkeutnaneunde gyesok saenggakhaeseo gwamoiphaeyo.)
→ Dramanya sudah selesai tapi masih kepikiran terus, jadi terlalu terbawa.”
3. 억울하다 (Eog-ul-hada)

Image Source: www.pixabay.com
Eog-ul-hada menggambarkan perasaan tidak adil karena diperlakukan salah padahal merasa tidak bersalah.
Ini bukan sekadar “unfair.”
Lebih dalam dari itu, ada rasa:
-
Kesal
-
Sedih
-
Tidak diberi kesempatan membela diri
-
Merasa dipersalahkan secara tidak semestinya
Nuansa emosionalnya sangat personal dan sulit diterjemahkan hanya dengan satu kata dalam bahasa Inggris.
Contoh kalimatnya >> ” 저는 아무 잘못도 없는데 혼나서 너무 억울해요. (jeoneun amu jalmotdo eobneunde honnaseo neomu eokgulhaeyo) → Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, tapi dimarahi, jadi rasanya tidak adil.”
4. 눈치 (Nunchi)

Image Source: www.pixabay.com
Nunchi adalah kemampuan membaca situasi sosial dan memahami perasaan orang lain tanpa perlu dijelaskan secara langsung.
Dalam budaya Korea, memiliki nunchi yang baik sangat penting karena:
-
Struktur sosial yang cukup hierarkis
-
Pentingnya harmoni dalam kelompok
-
Sensitivitas terhadap suasana hati orang lain
Bahasa Inggris memiliki istilah seperti “social awareness” atau “reading the room,” tetapi tidak ada satu kata tunggal yang mencerminkan ketajaman membaca situasi seperti nunchi.
Contoh kalimatnya >> ” 왜 이렇게 눈치가 없어요? (wae ireohke nunchiga eobseoyo?) → Kenapa sih nggak peka banget?”
5. 애교 (Aegyo)

Image Source: www.youtube.com/jyp-entertainment
Aegyo adalah perilaku imut, manja, atau menggemaskan yang dilakukan dengan sengaja untuk menunjukkan kasih sayang atau mencairkan suasana.
Fenomena ini sering terlihat dalam dunia K-pop dan variety show. Idol dari TWICE atau SEVENTEEN kerap menunjukkan aegyo sebagai bentuk interaksi hangat dengan penggemar.
Dalam bahasa Inggris, mungkin mendekati “acting cute,” tetapi aegyo memiliki konteks budaya yang kuat dan menjadi bagian dari ekspresi sosial di Korea.
Contoh kalimatnya >> “애교 좀 보여 주세요. (aegyeo jom boyeo juseyo.) → Tolong tunjukkan aegyo-nya dong.”
Bahasa Lebih dari Sekadar Terjemahan

Image Source: Namsan Course
Kata-kata seperti dapdap-hae, gwa-mo-ip, eog-ul-hada, nunchi, dan aegyo membuktikan bahwa bahasa bukan hanya soal arti, tetapi juga tentang budaya dan cara berpikir.
Semakin dalam kita belajar, semakin kita sadar bahwa memahami bahasa Korea berarti memahami konteks, emosi, dan kebiasaan masyarakatnya.
Nah, buat kamu yang ingin mulai memahami bahasa Korea dari dasar sampai benar-benar siap digunakan dalam kehidupan nyata, chingu bisa mulai belajar dari basic di Namsan Course. Di sini kamu bisa membangun fondasi yang kuat—mulai dari hangul, grammar, hingga percakapan sehari-hari.
Setelah level bahasa kamu semakin matang, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan mengikuti program Korean Language Course di salah satu universitas di Korea dan merasakan pengalaman belajar langsung di lingkungan aslinya.
Karena perjalanan belajar bahasa Korea tidak berhenti di terjemahan—tapi berlanjut sampai kamu benar-benar bisa hidup dan berkomunikasi dengan percaya diri dalam bahasa tersebut.
Mau tahu lebih banyak kosakata bahasa Korea? Yuk daftar kelasnya di Namsan Course!
Info selengkapnya kelas reguler klik disini
Info selengkapnya kelas privat klik disini
Info selengkapnya tentang KLC klik disini